TAZKY BAGUS ANANDA
4KA17
18113826
TPS
Transaction Processing System(TPS) atau sistem informasi komputerisasi adalah Sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi.
JENIS-JENIS SUBSYSTEM TPS
Payroll : pembayaran upah / gaji karyawan
Order Entry / order processing : mencatat pembelian untuk konsumen
Invoicing : menghasilkan faktur d) Inventory : mengelola barang supaya selalu tersedia
Shipping : menyerahkan barang dari perusahaan sampai diterima oleh konsumen
Accounts receivable : mengelola file konsumen & menyerahkan tagihan ke konsumen
Purchasing : mengkoordinasi pembelian barang kepada konsumen
Receiving : menerima barang dari pemasok/supplier pengembalian barang (retur) dari konsumen
Account Payable : mengelola pembayaran tagihan kepada pemasok / supplier
General Ledger : mengikat subsistem diatas menjadi satu & menghasilkan satu laporan
KARAKTERISTIK TPS
Jumlah data yang diproses sangat besar
Sumber data umumnya internal dan keluaran terutama dimaksudkan untuk pihak internal (meskipun bisa juga diperuntukkan bagi mitra kerja)
Pemrosesan informasi dilakukan secara teratur: harian, mingguan, dan sebagainya
Masukan dan keluaran terstruktur. Mengingat data yang diproses cukup stabil, data diformat dalam suatu standar
Komputasi tidak rumit (menggunakan matematika sederhana atau operasi statistik)
Pemrosesan terhadap permintaan merupakan suatu keharusan, Pemakai dapat melakukan permintaan terhadap basis data
DSS
Decision Support Systems disingkat DSS atau disebut dengan sistem pendukung keputusan adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
TUJUAN DSS
Tujuan dari DSS adalah sebagai berikut:
1. Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi struktur.
2. Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.
3. Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya.
JENIS-JENIS DSS
Jenis-jenis DSS menurut tingkat kerumitan dan tingkat dukungan pemecahan masalahnya adalah sebagai berikut:
1. Mengambil elemen-elemen informasi.
2. Menaganalisis seluruh file.
3. Menyiapkan laporan dari berbagai file.
4. Memperkirakan dari akibat. keputusan
5. Mengusulkan. keputusan
6. Membuat keputusan
EIS
Executive Information System (EIS) atau dalam bahasa indonesia Sistem Informasi eksekutif adalah satu jenis dari manajemen informasi sistem dimaksud untuk memudahkan dan mendukung keterangan dan pembuatan keputusan kebutuhan dari eksekutif senior dengan menyediakan kemudahan akses terhadap keduanya internal dan eksternal keterangan relevan untuk bertemu gol strategis dari organisasi. Ini biasanya dipertimbangkan sebagai satu bentuk dikhususkan dari satu sistem mendukung keputusan (DSS).
Penekanan dari EIS berada di atas peraga grafis dan mudah untuk pergunakan interface pemakaian. Mereka menawarkan laporan kuat dan dril bawah kemampuan. Pada umumnya, EIS adalah perusahaan lebar DSS untuk menolong eksekutif tertinggi teliti, bandingkan, dan soroti kecenderungan pada penting variable sehingga bahwa mereka dapat memonitor kinerja dan mengidentifikasi kesempatan dan masalah. EIS dan penggudangan data teknologi sedang memusat pada pasar.
Pada tahun terbaru, masa EIS yang telah kehilangan ketenaran di sokong dari intelegen bisnis (dengan area sub dari laporan, analitik, dan papan peralatan digital).
DATA YANG DIBUTUHKAN DALAM EIS
1. Data terintegrasi dari berbagai database, student, finance, personnel, dibutuhkan untuk menganalisa dari berbagai sudut pandang
2. Kadang-kadang, executive membutuhkan data dari database on-line (ex. Kurs mata uang)
3. Data lengkap yang berisi rangkuman data secara keseluruhan
4. Data eksternal (informasi umum)
5. Record data sebelumnya
KEUNTUNGAN
· Mudah bagi eksekutif taraf bagian atas untuk pergunakan, pengalaman komputer luas bukan diperlukan di operasi
· Sediakan pengiriman tepat waktu dari keterangan rangkuman perusahaan
· Keterangan yang disediakan makin baik mengerti
· Saring data untuk manajemen
· Tingkatkan untuk menjejaki keterangan
· Tawarkan efisiensi untuk pembuat keputusan
KERUGIAN
· Fungsi adalah terbatas, tidak dapat melaksanakan hitungan kompleks
· Susah untuk mengukur bermanfaat bagi dan untuk membenarkan implementasi dari satu EIS
· Eksekutif mungkin menghadapi beban terlalu berat keterangan
· Sistem mungkin menjadi alon-alon, besar, dan susah untuk mengatur
· Sulit ke data arus biaya hidup
· Bolehkan memimpin ke kurang data yang dapat dipercaya dan tidak kuat
· Perusahaan kecil mungkin menghadapi biaya berlebihan untuk implementasi
MIS
Management Information System(MIS) atau Sistem informasi manajemen adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif.
OAS
Office Automation System (OAS) atau sistem otomasi perkantoran adalah system mendukung pekerjaan pada suatu perusahaan secara luas, biasanya digunakan untuk meningkatkan aliran pekerjaan dan komunikasi antar sesama pekerja, tidak peduli apakah pekerja tadi berada di satu lokasi yang sama ataupun tidak. OAS berfungsi dalam word processing, elctronic message, work group computing, work group scheduling, facsimile processing, imaging and electronic documents, and work flow management. OAS dirancang baik untuk individu maupun kelompok.
Contoh: Komunikasi melalui voice mail, email, dan video conferencing.
TUJUAN
* Membantu kegiatan sekertariat dan karyawan administrasi
* Menaikkan produktifitas
* Membantu memfasilitasi komunikasi formal dan informal atar karyawan di dalam dan di luar organisasi
* Mengurangi penghentian kerja
* Pengurangan biaya peralatan
Pengguna office autmation biasanya merupakan orang-orang yang bekerja di dalam kantor. Pengguna office automation dibagi ke dalam 4 kategori, yaitu :
1. Manajer
2. Profesional
3. Sekretaris
4. Pegawai Administratif
GDSS
Group Decision Support System (GDSS) atau sistem penunjang keputusan kelompok adalah suatu sistem berbasis komputer yang mendukung kelompok-kelompok orang yang terlibat dalam satu tugas (tujuan) bersama dan yang menyediakan interfase bagi suatu lingkungan yang digunakan bersama.
JENIS GDSS
a) sistem pengelolaan koneksi:
- Menyediakan mekanisme fisik melalui mana orang-orang yang terlibat dalam suatu keputusan dapat berkomunikasi.
- Misalnya: WAN arsitektur.
b) manajemen komunikasi:
- Meningkatkan arus informasi melalui fasilitas untuk menyimpan, reply, forward dll.
- Misalnya paket surat elektronik dan grup diskusi.
c) sistem manajemen konten.
- Memberikan kecerdasan dalam proses routing - sistem mengetahui di mana dokumen pergi
setelah pengguna saat ini berakhir dengan itu, atau di mana pesan harus pergi sekali
itu dimasukkan.
- Misalnya keputusan sistem konferensi.
d) proses manajemen
- Mengingat isi informasi dalam aliran dalam memutuskan apa yang harus
hubungannya dengan manajemen.
KEUNTUNGAN
• Anonimitas - mengusir rasa takut yang menyebabkan keputusan yang lebih baik dari berbagai pengambil keputusan hierarki
• Parallel Komunikasi - menghilangkan memonopoli memberikan peningkatan partisipasi, keputusan yang lebih baik
• Pencatatan otomatis - tidak perlu mencatat, mereka secara otomatis dicatat
• Kemampuan untuk rapat virtual - hanya perlu perangkat keras, perangkat lunak dan orang-orang yang terhubung
• Portabilitas - Dapat dibentuk untuk menjadi portable ke laptop
• Potensi global - Orang bisa terhubung di seluruh dunia
• Tidak perlu untuk guru komputer - meskipun beberapa pengalaman dasar adalah suatu keharusan
KEKURANGAN
• Biaya-biaya infrastruktur untuk menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak / kamar / konektivitas jaringan bisa sangat mahal.
• Keamanan - terutama benar ketika perusahaan sewa fasilitas untuk GDSS; juga, fasilitator mungkin tingkat yang lebih rendah karyawan yang dapat membocorkan informasi kepada rekan.
• Kegagalan teknis - daya yang hilang, kehilangan konektivitas, sangat bergantung pada bandwidth dan LAN / WAN infrastruktur - baik sistem setup harus meminimalkan risiko ini.
• Keyboard Keterampilan - dikurangi partisipasi dapat mengakibatkan karena frustrasi.
• Pelatihan - kurva belajar hadir bagi pengguna, bervariasi dengan situasi.
• Persepsi pesan - kurangnya komunikasi verbal bisa mengakibatkan salah tafsir.
KEMIRIPAN GDSS dan DSS
• Keduanya menggunakan model, data dan perangkat lunak yang user-friendly
• Keduanya interaktif dengan "bagaimana-jika" kemampuan
• Keduanya menggunakan data internal dan eksternal
• Keduanya memungkinkan pembuat keputusan untuk mengambil peran aktif
• Keduanya memiliki sistem fleksibel
• Keduanya memiliki output grafis
ES
Expert system(ES) atau sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang mengadopsi pengetahuan seorang pakar ahli ke dalam sistem berbasis komputer yang bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan seperti yang dilakukan oleh seorang pakar/ ahli. Sistem pakar bukan bertujuan untuk meniadakan seorang pakar/ ahli, akan tetapi bertujuan untuk mendokumentasi/ menyimpan pengetahuan pakar dalam komputer, alasannya kemampuan seorang pakar bisa berubah-ubah seiring perkembangan usianya yang semakin tua. Sehingga dengan adanya sistem pakar ini maka akan membantu pekerjaan seorang pakar maka tidak heran jika sistem pakar disebut asisten seorang pakar yang berpengalaman.
JENIS-JENIS EXPERT SYSTEM
1. Interpretasi : Menghasilkan deskripsi situasi berdasarkan data sensor.
2. Prediksi : Memperkirakan akibat yang mungkin dari situasi yang diberikan.
3. Diagnosis : Menyimpulkan kesalahan sistem berdasarkan gejala.
4. Design : Menyusun objek-objek berdasarkan kendala.
5. Planning : Merencanakan tindakan.
6. Monitoring : Membandingkan hasil pengamatan dengan proses perencanaan.
7. Debugging : Menentukan penyelesaian dari kesalahan sistem.
8. Reparasi : Melaksanakan rencana perbaikan.
9. Instruction : Diagnosis, debugging dan reparasi kelakuan pelajar.
10. Control : Diagnosis, debugging dan reparasi kelakuan sistem.
Kamis, 29 September 2016
Selasa, 29 Maret 2016
Menarasikan Museum Fatahillah Jakarta
keterangan:
narasi ekspositoris
terdapat 5w+1h
Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah)
Rabu, 07 Oktober 2015
(TUGAS BULAN 1 SOFTSKILL) PERAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA & RAGAM BAHASA
PERAN
DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA
Peran Bahasa Indonesia:
Pada
dasarnya setiap Negara pasti memiliki bahasa masing-masing, salah satunya
Negara Indonesia. Indonesia memiliki bahasa sendiri yaitu Bahasa Indonesia.
Peran utamanya adalah sebagai alat komunikasi, artinya setiap orang dapat
mengungkapkan hasil pemikirannya melalui bahasa itu sendiri. Mereka bebas
berbicara dan bebas mengeluarkan pendapat selama bahasa yang digunakan sesuai
dengan kaidah yang berlaku. Bahasa Indonesia mempunyai ketentuan didalamnya,
baik tata cara penulisan, tata cara menyampaikan, maupun dalam tanda bacanya.
Fungsi
Bahasa Indonesia:
Fungsi umum bahasa indonesia adalah sebagai alat
komunikasi sosial. Bahasa pada dasarnya sudah menyatu dengan kehidupan manusia.
Aktivitas manusia sebagai anggota masyarakat sangat bergantung pada penggunaan
bahasa masyarakat setempat. Gagasan, ide, pikiran, harapan dan keinginan
disampaikan lewat bahasa. Selain fungsi bahasa diatas, bahasa merupakan tanda
yang jelas dari kepribadian manusia. Melalui bahasa yang digunakan manusia,
maka dapat memahami karakter, keinginan, motif, latar belakang pendidikan,
kehidupan sosial, pergaulan dan adat istiadat manusia.
Adapun Fungsi bahasa secara umum sebagai berikut :
1. Bahasa sebagai sarana komunikasi
Bahasa Indonesia berfungsi
sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat. Fungsi tersebut digunakan
dalam berbagai lingkungan, tingkatan, dan kepentingan yang beraneka ragam,
misalnya : komunikasi ilmiah, komunikasi bisnis, komunikasi kerja, dan
komunikasi sosial, dan komunikasi budaya.
2. Bahasa sebagai sarana integrasi dan adaptasi
Dengan bahasa orang dapat
menyatakan hidup bersama dalam suatu ikatan. Misalnya : integritas kerja dalam
sebuah institusi, integritas karyawan dalam sebuah departemen, integritas
keluarga, integritas kerja sama dalam bidang bisnis, integritas berbangsa dan
bernegara.
3. Bahasa sebagai sarana kontrol sosial
Bahasa sebagai kontrol sosial berfungsi
untuk mengendalikan komunikasi agar orang yang terlibat dalam komunikasi dapat
saling memahami. Masing – masing mengamati ucapan, perilaku, dan simbol –
simbol lain yang menunjukan arah komunikasi. Bahasa kontrol ini dapat
diwujudkan dalam bentuk : aturan, anggaran dasar, undang – undang dan lain –
lain.
4. Bahasa sebagai sarana memahami diri
Dalam
membangun karakter seseorang harus dapat memahami dan mengidentifikasi kondisi
dirinya terlebih dahulu. Ia harus dapat menyebutkan potensi dirinya, kelemahan
dirinya, kekuatan dirinya, bakat, kecerdasan, kemampuan intelektualnya,
kemauannya, tempramennya, dan sebagainya. Pemahaman ini mencakup kemampuan
fisik, emosi, inteligensi, kecerdasan, psikis, karakternya, psikososial, dan
lain – lain. Dari pemahaman yang cermat atas dirinya, seseorang akan mampu
membangun karakternya dan mengorbitkan-nya ke arah pengembangan potensi dan
kemampuannya menciptakan suatu kreativitas baru.
5. Bahasa sebagai sarana ekspresi diri
Bahasa
sebagai ekspresi diri dapat dilakukan dari tingkat yang paling sederhana sampai
yang paling kompleks atau tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Ekspresi
sederhana, misalnya, untuk menyatakan cinta (saya akan senatiasa setia, bangga
dan prihatin kepadamu), lapar (sudah saatnya kita makan siang).
6. Bahasa sebagai sarana memahami orang lain
Untuk
menjamin efektifitas komunikasi, seseorang perlu memahami orang lain, seperti
dalam memahami dirinya. Dengan pemahaman terhadap seseorang, pemakaian bahasa
dapat mengenali berbagai hal mencakup kondisi pribadinya: potensi biologis,
intelektual, emosional, kecerdasan, karakter, paradigma, yang melandasi
pemikirannya, tipologi dasar tempramennya (sanguines, melankolis, kholeris, flagmatis),
bakatnya, kemampuan kreativitasnya, kemempuan inovasinya, motifasi pengembangan
dirinya, dan lain – lain.
7. Bahasa sebagai sarana mengamati lingkungan sekitar
Bahasa
sebagai alat untuk mengamati masalah tersebut harus diupayakan kepastian
konsep, kepastian makna, dan kepastian proses berfikir sehingga dapat
mengekspresikan hasil pengamatan tersebut secara pasti. Misalnya apa yang
melatar belakangi pengamatan, bagaimana pemecahan masalahnya, mengidentifikasi
objek yang diamati, menjelaskan bagaimana cara (metode) mengamati, apa tujuan
mengamati, bagaimana hasil pengamatan,. dan apa kesimpulan.
8. Bahasa sebagai sarana berfikir logis
Kemampuan berfikir logis memungkinkan seseorang dapat berfikir logis
induktif, deduktif, sebab – akibat, atau kronologis sehingga dapat menyusun
konsep atau pemikiran secara jelas, utuh dan konseptual. Melalui proses
berfikir logis, seseorang dapat menentukan tindakan tepat yang harus dilakukan.
Proses berfikir logis merupakn hal yang abstrak. Untuk itu, diperlukan bahasa
yang efektif, sistematis, dengan ketepatan makna sehingga mampu melambangkan
konsep yang abstrak tersebut menjadi konkret.
9. Bahasa membangun kecerdasan
Kecerdasan berbahasa terkait dengan kemampuan menggunakan sistem dan
fungsi bahasa dalam mengolah kata, kalimat, paragraf, wacana argumentasi,
narasi, persuasi, deskripsi, analisis atau pemaparan, dan kemampuan mengunakan
ragam bahasa secara tepat sehingga menghasilkan kreativitas yang baru dalam
berbagai bentuk dan fungsi kebahasaan.
10. Bahasa mengembangkan kecerdasan ganda
Selain
kecerdasan berbahasa, seseorang dimungkinkan memiliki beberapa kecerdasan
sekaligus. Kecerdasan – kecerdasan tersebut dapat berkembang secara bersamaan.
Selain memiliki kecerdasan berbahasa, orang yang tekun dan mendalami bidang
studinya secara serius dimungkinkan memiliki kecerdasan yang produktif.
Misalnya, seorang ahli program yang mendalami bahasa, ia dapat membuat kamus
elektronik, atau membuat mesin penerjemah yang lebih akurat dibandingkan yang
sudah ada.
11. Bahasa membangun karakter
Kecerdasan berbahasa memungkinkan seseorang dapat mengembangkan
karakternya lebih baik. Dengan kecerdasan bahasanya, seseorang dapat
mengidentifikasi kemampuan diri dan potensi diri. Dalam bentuk sederhana misalnya : rasa lapar, rasa cinta. Pada tingkat yang lebih kompleks , misalnya :
membuat proposal yang menyatakan dirinya akan menbuat suatu proyek, kemampuan
untuk menulis suatu laporan.
12. Bahasa Mengembangkan profesi
Proses
pengembangan profesi diawali dengan pembelajaran dilanjutkan dengan
pengembangan diri (kecerdasan) yang tidak diperoleh selama proses pembelajaran,
tetapi bertumpu pada pengalaman barunya. Proses berlanjut menuju pendakian
puncak karier / profesi. Puncak pendakian karier tidak akan tercapai tanpa
komunikasi atau interaksi dengan mitra, pesaing dan sumber pegangan ilmunya.
Untuk itu semua kaum profesional memerlukan ketajaman, kecermatan, dan
keefektifan dalam berbahasa sehingga mempu menciptakan kreatifitas baru dalam
profesinya.
13. Bahasa sarana menciptakan kreatifitas baru
Bahasa
sebagai sarana berekspresi dan komunikasi berkembang menjadi suatu pemikiran
yang logis dimungkinkan untuk mengembangkan segala potensinya. Perkembangan itu
sejalan dengan potensi akademik yang dikembangkannya. Melalui pendidikan yang
kemudian berkembang menjadi suatu bakat intelektual. Bakat alam dan bakat intelektual
ini dapat berkembang spontan menghasilkan suatu kretifitas yang baru.
Ragam
Bahasa
Ragam bahasa adalah varian
dari sebuah bahasa menurut pemakaian bahasa. Tiap-tiap individu mempunyai gaya
tersendiri dalam berbahasa. Perbedaan tersebut disebut dengan idiolek
sedangakan perbedaan asal daerah penutur bahasa juga menyebabkan variasi
berbahasa yang disebut dialek. Perbedaan media yang digunakan dalam berbahasa
menentukan pula ragam bahasa yang digunakan, sehingga bahasa lisan berbeda
dengan bahasa tulisan. Perbedaan situasi saat pembicaraan dilakukan akan sangat
berpengaruh terhadap ragam bahasa yang digunakan, sehingga ragam bahasa yang
digunakan pada saat situasi santai berbeda dengan saat situasi resmi. Sedangkan
perbedaan bidang mempunyai cirri yang berbeda pula, misalnya bahasa jurnalistik
berbeda dengan ragam bahasa sastra.
KESIMPULAN
Bahasa merupakan alat untuk
berpikir dan belajar. Sebagaimana telah diketahui bahwa bahasa sebagai alat
komunikasi manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Ini adalah fungsi dasar
bahasa, Sehingga dengan adanya fungsi bahasa tersebut memungkinkan seorang
untuk berpikir secara abstrak. Fungsi Bahasa Indonesia berdasarkan fungsi
bahasa yang dapat disimpulkan, bahwa bahasa Indonesia dapat berkembang,
dikembangkan, dan mengembangkan seluruh komponen dengan cara menyampaikan
pendapat kepada manusia lainnya namun tidak melewati batas-batas dalam peranan
bahasa Indonesia. Kedudukan dan fungsi bahasa indonesia dalam pembangunan
bangsa yakni sebagai perisai pemersatu yang belum pernah dijadikan sumber
permasalahan oleh masyarakat pemakainya yang berasal dari berbagai ragam suku
daerah.
DAFTAR
PUSAKA
Selasa, 21 April 2015
13-14 budaya, kreativitas dan inovasi
http://www.slideshare.net/tazkyyy/13-14-budaya-kreativitas-dan-inovasi
Perkembangan Jaringan Telekomunikasi
Telekomunikasi Selular yang Menyatukan Bangsa
Telkomsel didirikan pada tahun 1995 sebagai wujud semangat inovasi untuk
mengembangkan telekomunikasi Indonesia yang terdepan. Untuk mencapai
visi tersebut, Telkomsel terus memacu pertumbuhan jaringan
telekomunikasi di seluruh penjuru Indonesia secara pesat sekaligus
memberdayakan masyarakat. Telkomsel menjadi pelopor untuk berbagai
teknologi telekomunikasi selular di Indonesia, termasuk yang pertama
meluncurkan layanan roaming internasional dan layanan 3G di Indonesia.
Telkomsel merupakan operator yang pertama kali melakukan ujicoba
teknologi jaringan pita lebar LTE. Di kawasan Asia, Telkomsel menjadi
pelopor penggunaan energi terbarukan untuk menara-menara Base
Transceiver Station (BTS). Keunggulan produk dan layanannya menjadikan
Telkomsel sebagai pilihan utama pelanggan di seluruh Indonesia.
Memasuki era ICT (Information and Communication Technology), Telkomsel
terus mengoptimalkan pengembangan layanan di Indonesia dengan
memanfaatkan potensi sinergi perusahaan induk yaitu PT Telkom (65%) dan
SingTel Mobile (35%). Telkomsel terus mengembangkan layanan
telekomunikasi selular untuk mengukuhkan posisi sebagai penyedia layanan
gaya hidup selular, a truly mobile lifestyle.
Dari Telkomsel untuk Indonesia
Telkomsel memiliki komitmen untuk menghadirkan layanan mobile lifestyle
unggulan sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan pelanggan.
Telkomsel menghadirkan teknologi agar bangsa Indonesia dapat menikmati
kehidupan yang lebih baik di masa mendatang dengan tetap mendukung
pelestarian negeri.
Untuk itulah, Telkomsel secara aktif mendorong pemanfaatan energi
terbarukan sebagai sumber energi untuk menara BTS serta menyelenggarakan
pendidikan dan pelatihan bagi remaja dan masyarakat yang kurang mampu.
Melalui peningkatan kualitas masyarakat dan pelestarian lingkungan,
Telkomsel berpartisipasi aktif untuk masa depan bangsa yang lebih baik.
Ungkapkan Sejarah, Perkembangan, dan status akuisisi satu dari berbagai merk dagang produsen peralatan komunikasi
Sejarah, Perkembangan, dan status akuisisi satu dari berbagai merk dagang
produsen peralatan komunikasi
NOKIA
Nokia Corporation adalah produsen peralatan telekomunikasi terbesar di
dunia serta merupakan perusahaan terbesar di Finlandia. Kantor pusatnya
berada di kota Espoo, Finlandia, dan perusahaan ini paling dikenal lewat
produk-produk telepon genggamnya. Nokia memproduksi telepon genggam
untuk seluruh pasar dan protokol utama, termasuk GSM, CDMA, dan W-CDMA
(UMTS).
Sejarah Nokia
Kata Nokia berasal dari nama sebuah komunitas yang tinggal di sungai
Emakoski di negara Finlandia Selatan. Nokia didirikan sebagai perusahaan
penggilingan pulp oleh Fredrik Idestam pada tahun 1865. Perusahaan
Karet Finlandia kemudian mendirikan pabriknya di kawasan sekitarnya pada
awal abad ke-20 dan mulai menggunakan merek Nokia.
Tak lama setelah usainya Perang Dunia I, Perusahaan Karet Finlandia
mengakuisisi Perusahaan Penggilingan Kayu Nokia dan Perusahaan Kabel
Finlandia (sebuah produsen kabel telepon dan telegraf). Ketiga
perusahaan tersebut digabung menjadi Nokia Corporation pada tahun 1967.
Kemudian dikembangkan menjadi mesin bubur kayu dan pembuat kertas pada
tahun 1920 dan merupakan pabrik pembuat kertas terkemuka di Eropa.
Pada tahun 1950-an Chief Executive Officer (CEO) Björn Westerlund
meramalkan, bahwa masa depan pertumbuhan beberapa sektor bubur kayu dan
kertas akan terbatas dan sebagai gantinya dibangun sebuah divisi
elektronik di pabrik kabel Helsinki, dari sinilah cikal bakal mulai
menjurus ke sektor seluluer. Selama 15 tahun Nokia Elektronik mengalami
masa percobaan dari beragam kesalahan. Akan tetapi, dari semua kesalahan
dan percobaan itu, secara bertahap justru terbangun keterampilan
substansial dari sekumpulan ahli yang berbakat. Tahun 1970-an Nokia dan
pabrik pembuat televisi Salora bergabung untuk mengembangkan telepon
genggam (telepon seluler).
Pada tahun 1980-an seluruh Salora terintegrasi menjadi Nokia. Pada saat
yang sama Nokia memperoleh operasi jaringan telepon dari Perusahaan
Telekomunikasi Pemerintah Televa. Namun, tidak semua usaha yang
dilakukan Nokia menjadi produsen telepon seluler terkemuka di dunia
berjalan sukses. Tahun 1980-an perusahaan ini membeli pabrik televisi
Jerman, SEL, tetapi terpaksa meninggalkannya karena tidak berjalan
mulus.
Pada awal 1981, Nokia berhasil meluncurkan produk bernama Nordic Mobile
Telephony (NMT). NMT merupakan jaringan selular multinasional pertama di
dunia. Karena itu, sepanjang dekade 1980-an NMT diperkenalkan ke
sejumlah negara dan mendapat sambutan yang luar biasa.
Kemudian pada awal tahun 1990-an, Nokia sempat mengalami krisis, tetapi
CEO yang baru, Jorma Ollila, memutuskan untuk memfokuskan pada telepon
seluler dan jaringan telepon. Hasilnya, telepon GSM pertama kali di
dunia muncul di Finlandia tahun 1991. Kemudian pasar telepon seluler
global mulai berkembang sangat cepat pada pertengahan 1990-an dan produk
Nokia menjadi yang nomor satu.
Kini sebanyak 2.100 seri ponsel Nokia mendulang sukses. Target penjualan
sebanyak 500 ribu unit berhasil diraih pada 1994. Dengan tenaga kerja
sebanyak 54 ribu orang, produk Nokia terjual di 130 negara. Sekarang
mungkin setiap orang tau telepon seluler yang mudah dalam
pengoperasiannya adalah Nokia, karena itulah moto Nokia.
Sejak dahulu negara Finlandia sangat tergantung pada hasil hutannya
yaitu berupa kayu, seperti yang telah dikatakan oleh salah satu pihak
Departemen Luar Negeri Finlandia, Jyrki Vesikansa, “Dulu kami hidup dari
hutan, tetapi saat ini kami dapat menambahkan pada Nokia”.
Pada tanggal 15 Agustus 2007, Nokia pusat melakukan recall terhadap
baterai tipe BL-5C, salah satu baterai terpopuler untuk ponsel Nokia
pada saat ini.
Pada tanggal 3 September 2013, Microsoft akan membeli unit bisnis
perangkat dan layanan bisnis Nokia senilai 3,79 miliar euro (5 miliar
dollar AS) dan 1,65 miliar euro (2,2 miliar dollar AS) untuk lisensi
paten Nokia. Jika ditotal, Microsoft harus merogoh kocek 5,44 miliar
euro (7,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 79 triliun) untuk rencananya
mengakuisisi bisnis utama Nokia
Senin, 13 April 2015
11-12 Perubahan dan Pengembangan Organisasi
http://www.slideshare.net/tazkyyy/11-12-perubahan-dan-pengembangan-organisasi
Langganan:
Postingan (Atom)